True Story

 

Setelah melalui proses yang cukup panjang dan tidak mudah, pada akhirnya saya dapat menempati salah satu kursi di bangku kuliah Universitas Negeri Yogyakarta. Meski bukan fakultas dan jurusan yang terlihat tinggi seperti kedokteran atau manajemen, tapi disini dan saat ini saya menganggap ini bukan sebuah kebetulan dan bukan sebuah hal yang biasa, ada maksut dan tujuan yang mungkin belum saya lihat dan mengerti. Bersyukur adalah cara paling tepat dalam menjalaninya dan memaknainya untuk saat ini yang mungkin cukup saya tahu. Bukan gengsi yang di cari, tapi ilmu, yang akan menaikan derajat kita nanti, tentunya dengan jiwa yang beriman dan bertaqwa, tidak hanya untuk memiliki ilmu.

Akhirnya setelah menungu pengumuman yang telah di undur dari jadwal pertama, suatu kebanggaan dan kelegaan terbesar akhirnya terbayarkan. Bahkan saya sampai mengikuti salah satu ujian tulisa saringan masuk juga di PTN yang cukup bergengsi di daerah Malang sana, menuju malang, hanya dua hari satu malam. Rasa was was dan takut jika tidak diterima juga melalui jalur utul uny seperti yang sudah sudah, membuat saya juga harus menyipkan cadangan pilihan universitas, tapi tentunya juga tetap PTN. Setelah itu akhirnya mengikuti ujian di Malang sana, dan Alhamdulillah diterima juga akhirnya di fakultas dan jurusan nya masih baru bisa di bilang. Namun mengetahui UNY saya juga diterima, ibu saya tetap memilihkan dan menyarankan mengambil UNY. Ya memang sih, bisa dibilang benar-benar menyiakan kesempatan di PTN di malang itu, namun mau bagaimana lagi, restu ibu juga bahkan lebih berarti dibandingkan dengan passing grade tinggi dan gengsi yang ada pada masing-masing diri kita.

Akhirnya beberapa prosedur telah terlewati dan beberapa tes telah dilalui. Regristasi dan KRS telah selesai. UKT lunas dan seragam angkatan sekaligus almamater kebanggaan telah di peroleh tinggal menghadapi OSPEK. Setelah melewati TM OSPEK dan berbagai hal lainnya. Akhirnya OSPEK pun saya lalui dengan penuh pemakanaan dan pengartian tentunya. Banyak hal kegiatan yang aslinya tidak terlihat seperti OSPEK yang dikatakan orang-orang umumnya. Justru OSPEK di FIP dan UNY berbeda, ini sungguh-sungguh menyenangkan dan penuh dengan antusias serta keseriusan, namun tetap ceria tertawa dan bahagia menjadi prioritas utama. Seperti beradu yel-yel, memamerkan jargon, memperlihatkan kreativitas social yang dapat menghibur dan mempererat tali persaidaraan, bahkan jika dibandingkan dengan masa SMA dulu, OSPEK ini lebih dapat dikenang sebagai kegiatan yang penuh dengan proses pendewasaan yang tidak berlebihan, tentunya tidak ada momok dan modus lain selain memberikan kontribusi serta manfaat terbaik bagi kita para MABA UNY tahun 2015.

Setelah OSPEK berlangsung pun masih ada kegiatan MABA UNY yang harus dan wajib dijalani. Seperti ICT sendri merupakan hal wajib yang kita ikuti. Pengalaman mengikuti ICT mungkin adalah salah satu yang mengesankan, dengan materi yang kekinian namun tetap berorientasi pada pendidikan. Dan ditambah kita diberi makanan yang lumayan, ICT sendiri dapat menambah wawasam kita sendiri dalam bidang IT dan tentunya kita juga diajarkan wawasan dan etika ber IT agar tidak terjadi gagal IT alias kerusakan moral di bidang sosmed yang terkadang masih kerap sering digunakan para pemuda pemudi saat ini.

0 thoughts on “True Story”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

21 − 17 =