Konsep Dasar Kurikulum

Pengertian Kurikulum

Kita telah terbiasa mendengar kata kurikulum. Tetapi kalau ditanya kurikulum itu “makhluknya” seperti apa, siapa yang “menciptakan” mengapa disusun dan lain sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kadang-kadang kita butuh waktu untuk merenung. Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa Latin yang kata dasarnya adalah currere, secara harfiah berari lapangan perlombaan lari. Lapangan tersebut ada batas start dan batas finish. Dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan belajar sudah ditentukan secara pasti, dari mana mulai diajarkan dan kapan diakhiri, dan bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai gelar. Dulu kurikulum pernah diartikan sebagai “Rencana Pelajaran”, yang terbagi menjadi rencana pelajaran minimum dan rencana pelajaran terurai. Dalam kenyataannya di sekolah rencana pelajaran tersebut tidak semata-semata hanya membicarakan proses pengajaran saja, bahkan yang dibahas lebih luas lagi yaitu mengenai masalah pendidikan. Oleh karena itu istilah rencana pelajaran kiranya kurang kena.

Akibat dari berbagai perkembangan, terutama perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi, konsep kurikulum selanjutnya juga menerobos pada dimensi waktu dan tempat. Artinya kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya terbatas pada waktu sekarang saja, tetapi juga memperhatikan bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar pada waktu lampau dan yang akan datang. Dengan demikian kurikulum itu merupakan program pendidikan bukan program pengajaran, yaitu program yang direncanakan , diprogramkan, dan dicanangkan yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang maupun yang akan datang. Berbagai bahan tersebut direncanakan secara sistemik, artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai factor pendidikan secara harmonis. Berbagai bahan ajar yang dirancang tersebut harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku sekarang, diantaranya harus sesuai dengan pancasila, UUD 1945, GBHN, UU SISDIKNAS, PP, adapt istiadat, dan lain sebagainya. Program tersebut akan dijadikan pedoman bagi tenaga pendidik maupun peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran agar dapat mencapai cita-cita yang diharapkan sesuai dengan yang tertera pada tujuan pendidikan.

Jadi, kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dicanangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.

Unsur-unsur dalam pengertian kurikulum tersebut adalah :

  1. Seperangkat Rencana

Seperangkat rencana, artinya bahwa di dalamnya berisikan berbagai rencana yang berhubungan dengan dengan proses pembelajaran. Namanya saja rencana bukan ketetapan, ini berarti bahwa segala sesuatu yang direncanakan dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi (fleksibel).

  1. Pengaturan Mengenai Isi dan Bahan Pelajaran

Bahan pelajaran ada tang diatur oleh pusat (kurnas) dan oleh daerah setempat.

  1. Pengaturan Cara yang digunakan

         Delevery system atau cara mengajar yang dipergunakan ada berbagi macam, misalnya ; ceramah, diskusi, demonstrasi, inquiry, recitasi, membuat laporan portofolio dan sebagainya. Disarankan dalam pelaksanaannya proses pembelajaran hendaknya para guru menggunakan pendekatan yang student centered bukan yangteacher centered. Yang bersifat heuristic (dengan diolah) bukannya yang bersifat ekspositorik (yang dijelaskan).

  1. Sebagai Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar

Penyelenggara kegiatan belajar mengajar terdiri atas tenaga kependidikan, yaitu anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggara pendidikan. Sedang tenaga pendidikan yaitu anggota masyarakat yang bertugas membimbing dan atau melatih peserta didik.

Fungsi Kurikulum

Pengertian dari kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.

Atas dasar pengertian tersebut maka dapat dikatakan fungsi kurikulum itu berkaitan dengan komponen-komponen yang ada mengarah pada tujuan pendidikan. Komponen-komponen yang dimaksud dalam pengertian tersebut adalah :

  1. Apakah seperangkat rencana tersebut sesuai dengan tujuan yang akan dicapai?
  2. Apakah komponen materi yang tersusun dalam kurikulum itu sesuai dengan tujuan yang dicapai?
  3. Apakah metode (cara) yang dipilih berfungsi pula untuk mencapai tujuan yang akan dicapai?
  4. Apakah para penyelenggara pendidikan berfungsi pula dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tujuan pendidikan?

Yang terkait dalam kurikulum sekolah secara langsung ialah guru, kepala sekolah, para penulis buku ajar, dan masyarakat. Berikut akan dipaparkan seberapa jauh keterlibatan mereka dalam melaksanakan kurikulum.

Tujuan Kurikulum

Tujuan adalah segala sesuatu yang ingin dicapai. Segala sesuatu yang dapat berupa benda konkrit baik yang berupa barang maupun tempat, atau dapat juga berupa hal-hal yang sifatnya abstrak, misalnya cita-cita yang mungkin berupa kedudukan atau pangkat/jabatan maupun sifat-sifat luhur. Dengan kata lain tujuan dapat berupa hal-hal sederhana dapat pula berupa hal-hal yang komplek. Sedang cara penyampaiannya ada berbagai macam. Ada yang hanya dengan kegiatan fisik, tetapi ada yang dengan cara membuat rencana dulu, diprogramkan, mencari dana baru mengerahkan tenaga baik fisik maupun psikis. Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan itu sendiri sesuatu yang abstrak, ruwet dan komplek.

 

Daftar Pustaka

 

Nama   : Addin Abdul Hafid

NIM    : 15105244009

Prodi   : Teknologi Pendidikan

Kelas   : A

0 thoughts on “Konsep Dasar Kurikulum”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

61 + = 68